Senin, 18 Oktober 2010

1st day MTCP

Hari ini adalah hari pertama MTCP training,

Training dimulai pagi hari dengan Ice breaking, total 20 peserta dari 20 negara, yang saya ingat antara lain perwakilan dari :
- Afghanistan
- Philiphine
- Zimbabwe
- Indonesia
- Tajikistan
- Myanmar
- Sudan
- Brunei Darussalam
- Mesir
- Bhutan
- Laos
- Nepal
- Uganda
- Yaman
- Turkmenistan
- Maladewa
- Vietnam

Hari pertama dimulai dengan ice breaking, masing2 peserta memperkenalkan diri dan uniqueness dari masing2 negara. dan yang paling talkative kali ini adalah peserta dari TAJIKISTA, Samarov Zoir.

Setelah Ice breaking, semua peserta dikumpulkan untuk opening ceremony, Program Director MTCP : Dr. Madhubala Harji (seorang wanita umur 50an tahun) dengan sangat tegas cerita banyak hal tentang sejarah MTCP, sampai 13 tahun diselenggarakan, dan bagaimana mengelola project MTCP yang mana pendanaanya diberikan oleh Kementrian Luar negeri Malaysia. Wow great lah....dan satu per satu peserta dipanggil ke depan untuk menerima welcome pack, dan yang bikin agak kaget adalah pas Indonesia Dipanggil, dengan entengnya si ibu itu bilang :"hey umar, how do you do? do you have any problem while in immigration"
weksss. pertanyaan yang tidak diduga, dan saya jawab Absolutely No. (sambil mesem2 asem juga nih rasanya orang indonesia sudah menjadi image umum kalau bakal bermasalah di imigrasi, padahal kan tidak semua nya TKI.

Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan perkenalan tentang Malaysia, wow ini yang membuat saya, jujur saja salut...rasanya mereka dengan sangat bangga nya menjelaskan setiap lini kehidupan malaysia (mulai dari ekonomi, politik, sosial, ras, dll) dan saya membayangkan inilah yang sebenarnya sudah kita lakukan di jaman pak harto, dan sekarang sudah berkurang, atau malahan makin jarang ditemui, yaitu bagaimana packaging nasionalisme bangsa untuk ditunjukan ke bangsa lain.

sesi hari ini diakhiri dengan pelajaran Bahasa Melayu, dan cukup menarik yang bagaimana orang-orang dari negara lain diajak berbahasa melayu, dan sangat menarik, saya jadi berpikir bagaimana ya bangsa indonesia bisa kembali mengejar ketertinggalannya, yang semula kita leading di atas malaysia, dan sekarang malah kebalikannya.

bahkan untuk urusan bahasa pun, mereka dengan sangat confident berbahasa inggris menceritakan keunggulan keunggulan mereka ke bangsa lain.

ok lah hari ini ditutup dengan perenungan, sesuatu yang lebih besar harus segere diperbuat in order to improve individual maupun national acknowledgement, saya bangga, bersyukur bisa mengikuti event ini, banyak hal baru yang saya pelajari dari Miniatur Dunia yang saya temui disini, dimana semestinya kita bersyukur bisa hidup di indonesia, negara yang damai dan tenang, tampak jelas sekali teman2 dari negara arab (syria, sudan) dan STAN (agghan, tajik, turkmen) hidup mereka penuh perjuangan, dan tampak sekali bekas-bekas trauma masa lalu tentang peperangan yang masih melekat, dan tampak jelas dalam kepribadiaannya.

Another side of the world i learn today, thanks Allah.

0 komentar: