Rabu, 22 September 2010

Almarhum anakku ingin menyapa ibunya

Satu hal yang agak sulit kami percayai, setelah lewat 1 bulan anak kami dimakamkan, memang istriku belum melayat atau nyekar, disisi lain karena memang kondisi istriku yang sedang hamil, tidak disarankan untuk ke makam/kuburan, jadi semenjak anakku dikubur sampai hari ini istriku belum mendatangi makam anakku.

bahkan ketika idul fitri 2010, hanya aku dan keluargaku (ayah, mama, baim, dan fani) yang mendatangi makam lalu melakukan tahlil di pemakaman anakku. Dan ketika musimnya mudik lebaran 2010, istriku memang langsung pulang ke pekalongan tanpa mampir di cirebon, dimana anakku dimakamkan.


dan ketika kembali ke bandung, aku menjemput istriku di pekalongan, lalu mampir di cirebon, dan tujuan akhir kembali ke bandung H+10 lebaran.

Total waktu adalah hampir 2 bulan dimana istriku blom juga mengunjungi makam anakku, dan pada akhirnya ketika kami dalam perjalanan pulang menuju bandung tanggal 20 sept 2010, mobil yang kami tumpangi mampir dulu di rumah orang tua kami di cirebon, dimana pemakaman anakku tidak berada jauh (kurang lebih 50 meter) dari rumah orang tua ku di cirebon.

kami tiba di rumah tersebut pukul setengah 4 sore, dimana baru 5 menit istirahat, kami tiba tiba dikejutkan oleh jatuhnya sebuah figura. Tidak ada angin, tidak ada hujan, figura itu tiba tiba jatuh....memang di dalam figura itu ada foto kami (istri, aku dan anakku). Percaya tidak percaya awalnya ali menganggap itu hal yang biasa saja, namun ibuku sudah punya firasat lain.

akhirnya kami melakukan solat ashar berjamaah, dimana istriku sebagai jamaahnya. seperti biasa, BB tak lepas dari tanganku, dan sebelum memulai solat, BB gemini aku taruh di atas kasur, dimana letak kasur adalah di sebelah lokasi kami shalat, dan aku ingat betul BB saya taruh agak ke tengah, dengan tujuan agar tidak jatuh ke lantai.

Dapat 1 rakaat, tiba2 seperti ada yang melempar, BB ku jatuh ke lantai. Ini pertanda kedua yang kami rasakan, dan memang agak mengganggu, karena dalam solat waktu itu, sekujur badanku terasa tiba tiba menggigil dan merinding, namun aku berusaha untuk terus melanjutkan shalat dengan penuh konsentrasi.

Ketika solat ashar selesai, istriku kemudian menangis.....apakah benar ini pertanda anakku yang sedang datang menjenguk ibunya? karena Rasa rindu dan kangennya seorang anak kepada ibunya tidak terhalang alam yang sudah berbeda.....???? akhirnya kami mengambil kesimpulan kecil, bahwasanya anak kami saat itu sedang tidak jauh dari posisi kami berada, hanya saja sudah berbeda alam. aku yakin dia melihat kami dan kami tidak bisa melihat dia.

akhirnya sore itu juga aku dan ayahku mendatangi makam, melakukan tahlil, dan menyampaikan bahwasanya umi tidak bisa datang menjenguk, karena umi sedang mengandung adiknya mba aulia....tapi umi dan abi sayang dengan mba aulia....






0 komentar: