Kamis, 19 Februari 2009

Andai Strategi Itu Digunakan Juga oleh Depbudpar RI

Berita dari Kompas hari ini cukup mengejutkan saya, yaitu berita tentang dream jobs yang menjadi salah satu strategi promosi pariwisata negara bagian quensland, australia. Ternyata tema dream job sangat ampuh untuk menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia baik melalui email, blogs, website, surat kabar, dan media lainnya. Dibalik dream jobs tersebut sebenarnya ada satu pesan promosi yang ingin disampaikan yaitu tentang suatu lokasi pariwisata di sebuah pulau di queensland, australia. 

Menurut berita di kompas :
Tercatat 18.000 pelamar dari hampir 200 negara datang ke kantor turisme queensland, australia. Salah satu pejabat di kantor turisme quensland mengemukakan, lamaran kerja yang batas terakhirnya hari minggu lalu (15-feb-09) in berkaitan dengan tawaran kerja yang diklaim sebagai "pekerjaan terbaik di dunia".

Pekerjaan ini adalah menikmati hidup keseharian di pulau hamilton (great barrier reef queensland, selama enam bulan. Pelamar yang menang hanya punya kewajiban membua semacam laporan video bagaimana dia menikmati sinar matahari, berenang, menyelam, dan berlayar disana. Rekaman video itu akan disebarluaskan ke seluruh dunia lewat blog, foto, dan video. Tujuannya agar rekaman video itu bisa menarik turis datang ke hamilton island. Lowongan pekerjaan ini diminati belasan ribu pelamar karena tawaran gaji yang lumayan besar hanya untuk menikmati keindahan pasir putih pulau hamilton. 

Pelamar yang lolos akan mendapat sekitar 150.000 Dollar Australia atau sekitar 1,2milliar untuk enam bulan dan tinggal di hotel berbintang lima di pulau itu. Semua tiket penerbangan dar negara si pelamar ke pulau hamilton ditanggung pemerintah queensland. Pelamar yang lolos harus berusia diatas 18 tahun, pelamar yang masuk 50 besar akan diumumkan pada 2 maret 2009, sementara 11 besar pelamar akan diundang ke pulau itu pada 3 mei 2009 untuk diwawancara, dan pemenangnya akan diumumkan 6 mei 2009.

Nilai 1,2 milliar untuk 6 bulan sebenarnya cukup murah! dibandingkan jika kantor turisme tersebut mengiklankan pulau tersebut ke televisi, majalah, surat kabar, dll karena biaya iklan (unit price) yang ditanggung per media tersebut berbeda. Dan seperti kita ketahui, katakanlah untuk biaya iklan televisi, di setiap stasiun televisi di setiap negara mempunyai tarif iklan yang  berbeda, dan spot iklan per menit nya cukup mahal sekali. Butuh berapa kali tayang dalam televisi hanya untuk menyampaikan tentang keindahan pulau tersebut di masing-masing stasion tv? Belum lagi jika harus beriklan di majalah, saya yakin akan lebih mahal lagi, karena setiap majalah punya segmen pelanggan yang berbeda. Jelas saja kantor turisme tersebut harus mikir lagi, majalah apa yang dia incar, segmen pembaca apa yang kira-kira tertarik dengan iklan tentang tempat wisata di greet barrier reef tersebut.

Inilah strategy viral marketing yang cerdas, canggih, murah, efektif, efisien dan bisa menjangkau ke seluruh dunia. Saya yakin betul bahwasanya ini bisa terjadi dengan memanfaatkan internet, dunia maya yang mana saat ini memungkinkan semuanya terhubung ke seluruh dunia.

Andai strategi itu digunakan juga oleh kementrian kebudayaan dan pariwisata di negeri tercinta ini, saya yakin akan lebih banyak lagi jumlah wisatawan yang mengunjungi indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa indonesia saat ini masuk dalam travel warning di beberapa negara, jelas saja karena indonesia DANGEROUSLY BEAUTIFUL.

Saya yakin bukan hal yang sulit untuk memilih 10 pulau terbaik di negeri ini untuk dijadikan objek pemilihan seperti yang dilakukan oleh kantor turisme queensland, terlebih negeri ini adalah negera kepulauan. Dan saya yakin, memilih 10 tidak lebih sulit dibanding harus melakukan prinsip ekspansionis menjajah atau mengaku-ngaku pulau milik negara lain yang sebenarnya bukan miliknya? anda pasti tahu kan negara mana yang dimaksud.

2 komentar:

BaNi MusTajaB mengatakan...

assalamualaikum Wr.Wb
Tulisan yang bagus dan menarik.Teruslah berkreatifitas.
Terima kasih atas kunjungannya.
Salam buat keluarga
Wassalamualaikum Wr.Wb
Agus Siswanto

Wirawan Winarto mengatakan...

orang kita pola marketingnya masih kolot. :P