Selasa, 19 Oktober 2010

2nd Day MTCP Training



hari ini course dimulai jam 9, jam 8.30 berangkat dari hotel, lalu kami diajak ke Lab Fosee 4 untuk memulai training ttg ecommerce.

Sebelum dimulai, sempet ketemu ririn, adik kelas yang sudah seperti saudara karena dekat dengan istriku, ririn saat ini adalah Magister Student di UTEM (University Teknikal Malaka), oleh2 yang kubawa dari bandung, akhirnya bisa diterima oleh ririn.

setelah itu kami memulai training, sesi pertama dibuka oleh kepala lab, dan beliau menjelaskan tentang struktur training, setelah itu dilanjutkan tentan konsep ebusiness, dan terakhir tentang citra/imaging menggunakan paint.net.



setelah beres training kami diajak keliling kota malaka tua, untuk melihat2 sejarah peninggalan penjajah yang pernah mampir di malaka, dan ditutup dengan membeli makan malam di mega mall malaka

Tambahan lagi : ilmu yang didapat hari ini adalah diskusi seru dengan teman dari syria, dan afghanistan tentang definisi Musafir, heheheh untung ngobrolnya bisa nyambung dan membahas beberapa mazhab yang dipakai di indonesia.

terakhir ngobrol ga nyambung ama orang yaman, ybs cuman ngerti nya bahasa arab, dan speak english little - little, akhirnya kami membaca doa solat jumat bersama, dan dia baru mengerti, wkwkkwkwkw subhanallah, suatu hubungan komunikasi yang aneh.

dari sekian banyak teman, ada sekumpulan orang yang benar2 sangat akrab, yaitu group nya INDONESIA dgn BHUTAN, LAOS, dan VIETNAM, ga tau kenapa chemistry nya dapet, hehheheheh





Senin, 18 Oktober 2010

1st day MTCP

Hari ini adalah hari pertama MTCP training,

Training dimulai pagi hari dengan Ice breaking, total 20 peserta dari 20 negara, yang saya ingat antara lain perwakilan dari :
- Afghanistan
- Philiphine
- Zimbabwe
- Indonesia
- Tajikistan
- Myanmar
- Sudan
- Brunei Darussalam
- Mesir
- Bhutan
- Laos
- Nepal
- Uganda
- Yaman
- Turkmenistan
- Maladewa
- Vietnam

Hari pertama dimulai dengan ice breaking, masing2 peserta memperkenalkan diri dan uniqueness dari masing2 negara. dan yang paling talkative kali ini adalah peserta dari TAJIKISTA, Samarov Zoir.

Setelah Ice breaking, semua peserta dikumpulkan untuk opening ceremony, Program Director MTCP : Dr. Madhubala Harji (seorang wanita umur 50an tahun) dengan sangat tegas cerita banyak hal tentang sejarah MTCP, sampai 13 tahun diselenggarakan, dan bagaimana mengelola project MTCP yang mana pendanaanya diberikan oleh Kementrian Luar negeri Malaysia. Wow great lah....dan satu per satu peserta dipanggil ke depan untuk menerima welcome pack, dan yang bikin agak kaget adalah pas Indonesia Dipanggil, dengan entengnya si ibu itu bilang :"hey umar, how do you do? do you have any problem while in immigration"
weksss. pertanyaan yang tidak diduga, dan saya jawab Absolutely No. (sambil mesem2 asem juga nih rasanya orang indonesia sudah menjadi image umum kalau bakal bermasalah di imigrasi, padahal kan tidak semua nya TKI.

Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan perkenalan tentang Malaysia, wow ini yang membuat saya, jujur saja salut...rasanya mereka dengan sangat bangga nya menjelaskan setiap lini kehidupan malaysia (mulai dari ekonomi, politik, sosial, ras, dll) dan saya membayangkan inilah yang sebenarnya sudah kita lakukan di jaman pak harto, dan sekarang sudah berkurang, atau malahan makin jarang ditemui, yaitu bagaimana packaging nasionalisme bangsa untuk ditunjukan ke bangsa lain.

sesi hari ini diakhiri dengan pelajaran Bahasa Melayu, dan cukup menarik yang bagaimana orang-orang dari negara lain diajak berbahasa melayu, dan sangat menarik, saya jadi berpikir bagaimana ya bangsa indonesia bisa kembali mengejar ketertinggalannya, yang semula kita leading di atas malaysia, dan sekarang malah kebalikannya.

bahkan untuk urusan bahasa pun, mereka dengan sangat confident berbahasa inggris menceritakan keunggulan keunggulan mereka ke bangsa lain.

ok lah hari ini ditutup dengan perenungan, sesuatu yang lebih besar harus segere diperbuat in order to improve individual maupun national acknowledgement, saya bangga, bersyukur bisa mengikuti event ini, banyak hal baru yang saya pelajari dari Miniatur Dunia yang saya temui disini, dimana semestinya kita bersyukur bisa hidup di indonesia, negara yang damai dan tenang, tampak jelas sekali teman2 dari negara arab (syria, sudan) dan STAN (agghan, tajik, turkmen) hidup mereka penuh perjuangan, dan tampak sekali bekas-bekas trauma masa lalu tentang peperangan yang masih melekat, dan tampak jelas dalam kepribadiaannya.

Another side of the world i learn today, thanks Allah.

Minggu, 17 Oktober 2010

Otw To Malaysia for MTCP Training

Sekedar sharing apa yang telah saya alami dalam perjalanan menuju training MTCP di malaysia.

Berangkat dari Bandung (D Amerta) jam 9, nganter istri bentar terus menuju bandara. Sesampainya di bandara jam 10.30 karena ada penerbangan dari Bandung ke Kuala Lumpur jam 12.00

Tak dinyana tak diduga, dapat informasi dari officer Air Asia kalau pesawat delay, dan baru bisa berangkat jam 15.00 (k***pret)....tapi berusaha untuk sabar dan tetap tenang, akhirnya dengan sangat terpaksa menunggu kurang lebih 4 jam di bandara husein sastra negara.

Cari makan di sekitar bandara, dan jam 13.00 masih ada mahasiswa KP nelpon, "PAK Lagi dimana?" Saya mau minta tanda tangan KP, wkwkkwkwkwk

Mahasiswa oh mahasiswa, ya sudah saya beri tawaran langsung, kamu mau saya tanda tangan hari ini atau 2 minggu lagi setelah pulang dari malaysia? dia menjawab :"Sekarang aja pak, bapak dimana?" Saya jawab saya di Bandara, kalau kamu bisa kesini dalam waktu 1 jam, saya akan tanda tangan,

Akhirnya sebelum panggilan terakhir untuk Boarding ke Air Asia, dua mahasiswa KP datang juga, dan saya tanda tangani lah laporan KP mereka.

Masuk ke Air Asia, luar biasa, penuh sesak, sekumpulan ibu-ibu membawa keranjang besar hasil belanja mereka dan kembali ke malaysia.

ternyata, ini lah alasan kenapa pesawat delay, saya yakin bahwasanya telah terjadi kong kalikong antara para pembelanja itu dengan air asia, karena mereka ingin lebih lama lagi belanja di Pasar baru, sehingga bisa pulang hari ke Kuala Lumpur sorenya.

Dan sekarang bandung kuala lumpur PP setiap weekend mirip dengan Jakarta-Bandung, tak dinyana kenapa akhirnya Traffik weekend di bandung menggila, karena selain turis dari jakarta, bandung juga dipenuhi turis dari malaysia.

Akhirnya saya naik air asia jam stgh 4, duduk di kursi 9F, di sebelah saya ada ibu umur 40 an tahun, lalu kita mulai pembicaraan rupanya ibu tersebut asal Banjaran, Soreang, dan sudah 16 tahun tinggal di Malaysia, suaminya bekerja di KBRI malaysia, dan selama perjalanan menceritakan suka duka kerja di KBRI, mulai dari mencari solusi dari para TKI yang ternyata sering bermasalah di malaysia, sampai ke urusan penghasilan sebagai pejabat KBRI, hehehhe banyak belajar saya dari obrolan singkat selama 2 jam dengan ibu tersebut.

Sampai di malaysia jam 7 local time, atau jam 6 WIB.

lalu dijemput di bandara oleh 2 petugas MMU, mr. daud, dan mr lim jim, dan seorang supir, disinilah pentingnya international relation, selama 2 jam kita ngobrol ngalor ngidul, mulai dari bagaimana IT Project Management seharusnya, urusan Politik Dalam Negeri Malaysia, Sejarah kerajaan malaysia, sejarah berdirinya MMU yang sebelumnya Telekom University di Malaysia, sampai urusan Mesin yang ditanam di Proton, hehehhe

itulah pentingnya banyak wawasan dan banyak omong, akhirnya bisa kenalan rekan baru, dan tidak garing selama perjalanan, karena dari Kuala Lumpur ke Malaka menempuh waktu 2 jam...dan saya banyak sharing dan mendapat banyak pelajaran dari teman-teman baru yang saya temui.

Sesampainya di malaka, kami menginap di Hotel Naza di Malaka, dan setelah makan malam bertemu dengan rekan2 dari negara lain, saya dapat teman sekamar orang Syria, namanya muhammad antour, seorang lulusan MBA dari Syria, 35 Tahun, baru menikah 3 bulan lalu, dan sekarang menjabat Kepala Sisfo di HIBA Syria (sekolah bisnis Top di syria), juga seorang dosen.

berhubung kami senasib, sama2 kepala SISFO, akhirnya malam tadi dipenuhi dengan obrolan macem2 mulai dari cara memanage SISFO, jaringan , sistem informasi, sampai urusan politik timur tengah, kenapa Iran tidak membantu Irak, kenapa Syria membantu libanon, kenapa bangsa arab benci banget ama amerika, sampai urusan yang tidak penting seperti cara mereka mengatur pembagian Rumah dan Kamar di Syria kami obrolkan juga.

itu dulu update dari saya.

saya update di blogs berikutnya.

Rabu, 22 September 2010

Anugrah ASD pada anak kami

Apa itu ASD? mendengarnya pun bagai mendengar petir di siang bolong, kata ASD lah yang menampar kondisi hati kami yang awalnya berbahagia karena dikaruniai seorang putri yang sedang lucu-lucu nya, namun di umur 11 bulan harus kembali ke pangkuan yang maha kuasa, ALLAH SWT.

Terkadang jika diingat kembali, memang paling enak mendengar jawaban dari ini semua adalah : TAKDIR, bahkan ucapan yang sering aku dengar dari rekan-rekan adalah.....tabungan, kelak anak yang meninggal di usia balita menjadi tabungan penolong orang tua nya di akhirat kelak.

Namun, jika kilas balik ke belakang, selalu muncul di dalam benakku selama setahun terakhir:
1. kenapa aku?
2. kenapa kami yang diberi kepercayaan mendapat titipan ini?
3. apa itu ASD?
4. bagaimana awal mulanya?
5. adakah kesalahan yang memang kami lakukan ketika masa kehamilan istriku?
6. apakah faktor makanan?
7. apakah virus penyebabnya?
8. apakah kondisi fisik dan psikologis istriku saat kehamilan?
9. apakah kekurangan gizi? atau kurang nya asupan nutrisi saat istriku hamil/
10. lalu apa pula trikustid displacement?
11. mengapa pertumbuhan jantung anakku tidak sempurna?
12. mengapa jantungnya besar sebelah? apa penyebabnya?
13. kenapa harus dioperasi?
14. kenapa semahal itu biaya nya?
15. kenapa kami harus menuruti keinginan dokter untuk membedah jantung anakku?
16. orang tua mana yang sanggup melihat tubuh mungil dan mulus anaknya harus menghadapi tajamnya pisau operasi?
17. mengapa akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengoperasi?
18. mengapa kami memilih jalur alternatif?
19. mengapa pengobatan alternatif tidak membuat jantung anakku normal?
20. mengapa pertumbuhannya semakin mengkhawatirkan?
21. mengapa tubuhnya semakin lemah?
22. mengapa dia belum bisa tengkurap sendiri di umur 11 bulan?
23. mengapa dia belum bisa duduk sendiri di umur 11 bulan?
24. mengapa dia belum bisa berdiri sendiri di umur 11 bulan?
24. apakah ini pengaruh dari jantungnya?
25. mengapa seringkali dia susah menelan makanan, dan harus mengeluarkan lendir yang banyak dari mulutnya?
26. mengapa hampir 24 jam ia tidak pernah lepas dari menyusu ke ibunya?
27. apakah itu cara ia bertahan, disamping pertahanan/imunitas tubuhnya yang semakin menurun?
28. benarkah bilik kanan jantungnya semakin membesar? sementara serambi kanannya mengecil?
29. benarkah itu yang membuatnya susah bernafas?
30. benarkah itu yang membuatnya selalu rewel?
31. benarkah operasi itu satu-satu nya cara membuatnya tetap dapat hidup di dunia ini?
32. kalau operasi nya gagal gimana?
33. kalau organ babi yang harus ditanam di dalam jantungnya? siapa yang bisa mempertanggungjawabkannya kepada ALLAH SWT?
34. benarkah sekat jantungnya harus digeser?
35. akankah berhasil? sementara itu adalah anugrah yang DIA titipkan?
36. benarkah operasi jantung hanya satu-satunya jalan?
37. sementara biaya yang harus kami tanggung diperkirakan mencapai ratusan juta, darimana kami bisa mendapatkannya?
38. ada yang bilang, orang tua akan melakukan apapun demi kebaikan anaknya, sementara kami tidak mampu mendapatkan biaya untuk operasinya, kalaupun harus dioperasi?
39. salahkah kami yang tidak mampu menyediakan perawatan terbaik untuk nya di kala sakit?
40. salahkah aku yang mempunyai penghasilan cukup, sementara tidak mampu membiayai pengobatan anakku?
41. salahkah aku yang memilih alternatif, selain karena faktor biaya, lebih karena kami menganggap penderitaan yang akan dialami anakku lebih sedikit?
42. benarkah demikian?
43. apa dosa anak sekecil itu?
44. ataukah dosa kami?
45. mengapa aku tidak mendapatkan fasilitas kesehatan dari tempat ku bekerja?
46. yang dapat mengurangi beban pengobatannya?
47. mengapa aku disini?
48. mengapa aku harus menghadapi ini?mengapa aku yang dipilih?
49. mengapa ia harus pergi ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana itu adalah usaha kami terakhir untuk memastikan nya mendapat perawatan terbaik?
50. mengapa harus ia yang menyetir?
51. kenapa tidak aku berinisiatif mengambil alih untuk menyetir, karena aku yakin dapat menyetir lebih cepat meskipun tergesa-gesa?
52. kenapa perjalanan kami menuju rumah sakit terasa begitu lama?
53. kenapa ada angkot yang mencoba menghalang-halangi kami ketika di lampu merah? yang akhirnya membakar emosiku untuk mengeluarkan caci maki kepada sopir angkot tsb?
54. mengapa aku melihatnya terakhir kali di lampu merah kiara condong?
55. mengapa saat tiba di IGD ia sudah tidak bernafas?
56. mengapa aku menangis sangat keras melepas kepergiannya?
57. mengapa itu terakhir kali aku melihatnya?
58. mengapa aku harus menggendongnya sampai cirebon, sementara itu adalah antaran terakhirku ke liang kuburnya?
59. mengapa aku harus berada di perumahan itu?
60. mengapa aku harus bertemu orang-orang itu?
61. orang2 yang entah darimana datangnya, dan merasa diri paling suci?
62. orang2 yang menganggap dirinya paling benar, mendustakan janji, dan menghancurkan harapan kami akan usaha kami untuk mendoakannya di 7 hari meninggalnya anakku?
63. mengapa ada anggapan seperti itu dari om ku yang katanya punya kekuatan supranatural?
64. mengapa aku ?
65. mengapa bukan yang lain?

pertanyaan itulah yang selalu mengelilingi otak dan kepalaku, hanya Allah yang mempunyai jawabannya, dan beberapa akhirnya aku temukan jawabannya dalam perjalananku. beberapa tidak bisa aku jawab.

benarkah itu anugrah? atau musibah karena kelalaian kami yang tidak bisa memberikan kasih sayang terbaik untuk anakku? Ya Allah cukuplah kami yang merasakan itu, semoga tidak engkau berikan cobaan yang sama kepada orang lain, terlebih lagi itu adalah anak pertama, dimana perasaan bahagia tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini.

sedih, suka, senang, tangis, tawa, haru, iba, lelah, dan perasaan lain campur aduk dan kami rasakan selama setahun terakhir......aku yakin ini semua tidak lepas dari semua yang direncanakanNYA untuk mendidik hambaNYA yang dhaif dan hina ini.

IKHLAS? alhamdulillah pada posisi saat ini kami sudah ikhlas dengan keputusanNYA mengambil kembali ia ke pangkuanNYA. Aku belajar, bersyukur, dan bertafakur, atas semua yang telah ia gariskan untuk hambanya agar menjadi hamba yang lebih baik.





Almarhum anakku ingin menyapa ibunya

Satu hal yang agak sulit kami percayai, setelah lewat 1 bulan anak kami dimakamkan, memang istriku belum melayat atau nyekar, disisi lain karena memang kondisi istriku yang sedang hamil, tidak disarankan untuk ke makam/kuburan, jadi semenjak anakku dikubur sampai hari ini istriku belum mendatangi makam anakku.

bahkan ketika idul fitri 2010, hanya aku dan keluargaku (ayah, mama, baim, dan fani) yang mendatangi makam lalu melakukan tahlil di pemakaman anakku. Dan ketika musimnya mudik lebaran 2010, istriku memang langsung pulang ke pekalongan tanpa mampir di cirebon, dimana anakku dimakamkan.


dan ketika kembali ke bandung, aku menjemput istriku di pekalongan, lalu mampir di cirebon, dan tujuan akhir kembali ke bandung H+10 lebaran.

Total waktu adalah hampir 2 bulan dimana istriku blom juga mengunjungi makam anakku, dan pada akhirnya ketika kami dalam perjalanan pulang menuju bandung tanggal 20 sept 2010, mobil yang kami tumpangi mampir dulu di rumah orang tua kami di cirebon, dimana pemakaman anakku tidak berada jauh (kurang lebih 50 meter) dari rumah orang tua ku di cirebon.

kami tiba di rumah tersebut pukul setengah 4 sore, dimana baru 5 menit istirahat, kami tiba tiba dikejutkan oleh jatuhnya sebuah figura. Tidak ada angin, tidak ada hujan, figura itu tiba tiba jatuh....memang di dalam figura itu ada foto kami (istri, aku dan anakku). Percaya tidak percaya awalnya ali menganggap itu hal yang biasa saja, namun ibuku sudah punya firasat lain.

akhirnya kami melakukan solat ashar berjamaah, dimana istriku sebagai jamaahnya. seperti biasa, BB tak lepas dari tanganku, dan sebelum memulai solat, BB gemini aku taruh di atas kasur, dimana letak kasur adalah di sebelah lokasi kami shalat, dan aku ingat betul BB saya taruh agak ke tengah, dengan tujuan agar tidak jatuh ke lantai.

Dapat 1 rakaat, tiba2 seperti ada yang melempar, BB ku jatuh ke lantai. Ini pertanda kedua yang kami rasakan, dan memang agak mengganggu, karena dalam solat waktu itu, sekujur badanku terasa tiba tiba menggigil dan merinding, namun aku berusaha untuk terus melanjutkan shalat dengan penuh konsentrasi.

Ketika solat ashar selesai, istriku kemudian menangis.....apakah benar ini pertanda anakku yang sedang datang menjenguk ibunya? karena Rasa rindu dan kangennya seorang anak kepada ibunya tidak terhalang alam yang sudah berbeda.....???? akhirnya kami mengambil kesimpulan kecil, bahwasanya anak kami saat itu sedang tidak jauh dari posisi kami berada, hanya saja sudah berbeda alam. aku yakin dia melihat kami dan kami tidak bisa melihat dia.

akhirnya sore itu juga aku dan ayahku mendatangi makam, melakukan tahlil, dan menyampaikan bahwasanya umi tidak bisa datang menjenguk, karena umi sedang mengandung adiknya mba aulia....tapi umi dan abi sayang dengan mba aulia....